AKADEMI TEKNOLOGI BOGOR

Mencetak Generasi Inovatif dan Berintegritas

Berita AKATEK: Panduan Membaca Skema Rangkaian Listrik & Menggunakan Multimeter Digital untuk Pemula
Artikel
06 August 2026 Tim Redaksi

Panduan Membaca Skema Rangkaian Listrik & Menggunakan Multimeter Digital untuk Pemula

Panduan Membaca Skema Rangkaian Listrik & Menggunakan Multimeter Digital untuk Pemula

Ingin memeriksa kerusakan pada perangkat elektronik rumah tangga atau menguji sambungan kabel listrik tetapi merasa bingung dengan garis-garis skema dan tombol pada alat ukur?

Membaca jalur diagram listrik dan mengukur variabel kelistrikan secara presisi adalah dua kemampuan dasar wajib bagi siapa saja yang ingin mendalami dunia elektro. Tanpa panduan yang benar, salah mengukur tegangan atau arus dapat merusak alat ukur hingga membahayakan keselamatan.


Cara Praktis Membaca Simbol-Simbol Skema Rangkaian Listrik


Skema kelistrikan menggunakan simbol standar internasional untuk menggambarkan rute aliran arus antar komponen:

  • Sumber Tegangan (Battery / VCC): Digambarkan dengan garis sejajar panjang-pendek untuk arus searah (DC) atau gelombang untuk arus bolak-balik (AC).
  • Resistor (Hambatan): Pengebalian alur arus yang digambarkan dengan simbol garis zig-zag atau kotak kecil.
  • Kapasitor: Penampung muatan sementara yang digambarkan dua garis sejajar berjarak pendek.
  • Grounded / Massa (GND): Simbol garis horizontal makin mengecil ke bawah yang menandakan titik acuan nol volt.

4 Langkah Menggunakan Multimeter Digital dengan Aman

Multimeter digital (AVO Meter) adalah alat serbaguna untuk mengukur Ampere (arus), Volt (tegangan), dan Ohm (hambatan):


  1. Pilih Mode Pengukuran yang Tepat: Putar sakelar selektor ke V= (Tegangan DC) untuk baterai/aki, V~ (Tegangan AC) untuk listrik PLN, atau Ohm (Ω) untuk tes hambatan.
  2. Pasang Kabel Probe pada Colokan yang Benar: Kabel hitam selalu di colokan COM, sedangkan kabel merah dipasang di colokan V/Ω.

  3. Pengukuran Tegangan (Paralel): Tempelkan ujung probe merah dan hitam secara paralel di kedua titik komponen yang ingin diukur tegangannya saat listrik menyala.
  4. Pengujian Kontinuitas (Buzzer): Mode ini digunakan saat listrik mati total untuk mengecek apakah ada kabel terputus di dalam pembungkusnya.

Tips Mencegah Kesalahan Pengukuran yang Berbahaya

Patuhi aturan keselamatan kelistrikan dasar ini sebelum memulai praktikum harian Anda:

  • Jangan pernah mengukur hambatan (Ohm) saat arus listrik masih mengalir di dalam rangkaian.
  • Pastikan batas ukur (*scale*) pada multimeter lebih tinggi dari estimasi tegangan yang akan diukur.
  • Gunakan alat perkakas yang memiliki pelindung isolator karet tebal untuk mencegah sengatan arus listrik.
Bagikan: